Archive for the ‘ Artikel Mengelola dalam Lingkungan Bisnis Dinamis : Mengambil Resiko dan Menghasilkan Laba ’ Category

Pertanyaan Bab 13 : Mengelola Kinerja dan Mutu

Sunday, December 11, 2011  |  Author by : alfianfadli

1. Ada berapakah tingkat kepemimpinan ?

Jawab:

5 (lima)

2. Sebutkan 5 tingkat kepemimpinan!

Jawab:

- individu berkemampuan tinggi

- Anggota tim aktif

- Manager andal

- Pemimpin efektif

- Eksekutif tingkat 5

3. Pengertian karakter adalah?

Jawab:

ciri pribadi pemimpin yang menonjol,seperti kecerdasan,kejujuran,kepercayaan diri,dan penapilan.

4. Apa yang dimaksud dengan struktur permulaan?

Jawab:

kadar prilaku tugas,yaitu sejauh mana seorang pemimpin berorientasi tugas dan mengarahkan pekerjaan bawahannya untuk mencapai tujuan

5. Apa pengertian pemimpin karismatik?

Jawab:

pemimpin yang mampu memotivasi bawahannya untuk melebihi kemampuan mereka.

6. Visi adalah?

Jawab:

masa depan yang menarik dan ideal namun dapat dipercaya dan belum tercapai.

7. Apa pengertian kekuasaan?

Jawab:

potensi untuk mempengaruhi orang lain

8. Apa yang dimaksud dengan pengaruh?

Jawab:

Dampak tindakan seseorang terhadap sikap,nilai,keyakinan,atau prilaku orang lain.

9. Sebutkan 7 taktik pengaruh interpersonal bagi pemimpin!

Jawab:

- gunakan persuasi yang rasional

- Buat orang laun menyukai anda

- Andalkan aturan timbale balik

- Bangun aliansi

- Bersikap tegas-minta apa yang anda perlukan

- Manfaatkan kewenangan yang lebih tinggi

- Berikan imbalan atas prilaku yang anda inginkan.

10. Apa iti pemimpin abdi?

Jawab:

pemimpin yang bekerja untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan bawahan mereka,dan mewujudkan tujuan atau misi yang lebih besar dari organisasi mereka.

Resume Bab 13 : Mengelola Kinerja dan Mutu

Sunday, December 11, 2011  |  Author by : alfianfadli

Kontrol adalah persoalan penting yang dihadapi setiap manajer di organisasi, tetapi manajer baru terkadang mengalami kesulitan untuk menentukan sejauh mana ia harus menggunakan kontrolnya untuk membuat orang-orang tetap produktif tanpa menindas motivasi dan kreativitas mereka.

Beberapa panduan untuk menciptakan kebijakan penggunaan yang dapat diterima yang efektif tetapi juga adil, berkenaan dengan penggunaan internet ditempat kerja :

· Pastikan bahwa para pegawai memahami bahwa mereka tidak memiliki hak hukum atas privasi di tempat kerja

· Buat kebijakan penggunaan internet tertulis

· Jelaskan proses pendisiplinannya

· Tinjau kembali kebijakan pada jangka waktu tertentu

Kontrol organisasi adalah proses sistematis dalam mengatur aktivitas organisasi agar tetap konsisten dengan pengharapan yang telah dibangun dalam rencana, target, standar kinerja.

Memilih Standar dan Ukuran

Sebagian besar organisasi berfokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan, seperti penjualan, pendapatan, dan keuntungan. Namun para manajer makin mengetahui keharusan untuk mengukur aspek-aspek kinerja yang tidak kasat mata lainnya untuk mengelola aktivitas penciptaan nilai dari organisasi saat itu.

Kartu Skor Berimbang adalah sistem kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkan ukuran keuangan tradisonal dengan ukuran operasional yang berhubungan dengan faktor-faktor kesuksesaan penting yang ada di perusahaan.

MODEL KONTROL UMPAN BALIK

Semua sistem kontrol yang dirancang dengan baik akan melibatkan penggunaan umpan balik untuk menentukan apakah kinerja memenuhi standar yang telah dibuat.

Langkah-langkah Kontrol Umpan Balik

· Membangun Standar Kinerja

· Mengukur Kinerja yang Ada

· Membandingkan Kinerja dengan Standar

· Melakukan Tindakan Korektif

Aplikasi Untuk Anggaran

Kontrol anggaran, salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kontrol manajemen, adalah proses penentuan target untuk pengeluaran organisasi, mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahan jika perlu. Sebagai alat pengontrol, anggaran adalah laporan yang berisi, pengeluaran terkini dan terencana untuk uang, aset, bahan mentah, gaji, dan sumber daya lainnya.

Unit dasar analisis untuk sistem kontrol anggaran disebut dengan pusat pertanggungjawaban, Pusat tanggung jawab adalah departemen atau unit apa pun yang ada dalam organisasi, dibawah pengawasan seorang pegawai yang bertangggung jawab atas aktivitas departemen atau unit tersebut.

Anggaran yang biasanya digunakan manajer :

· Anggaran biaya

· Anggaran pendapatan

· Anggaran kas

· Anggaran modal

KONTROL KEUANGAN

Kontrol keuangan tidak hanya menginformasikan apakah keuangan perusahaan besar dalam posisi yang baik, tetapi kontrol keuangan juga bisa menjadi indikator berguna menunjukan permasalahan kinerja lainnya. Misalnya layanan pelanggan atau keefektifan tenaga kerja penjualan.

Laporan Keuangan

Dua laporan keuangan besar, yaitu :

1. Neraca keuangan

2. Laporan laba rugi

Analisis Keuangan: Menafsirkan Angka

Analisis keuangan yang biasa dilakukan berfokus pada rasio, statistik yang menunjukkan hubungan antara indikator-indikator kinerja seperti keuntungan dan aset, penjualan, dan persediaan. Merangkum beberapa rasio keuangan, yang merupakan ukuran dari :

1. Rasio Likuiditas

2. Rasio Aktifitas

3. Rasio keuntungan

4. Rasio Leverage

Pendekatan Hierarki versus Pendekatan Desentralisasi

Kontrol Hierarki adalah penggunaan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja.

Kontrol Desentralisasi adalah penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan fokus terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Manajemen Buka-Buku

Manajemen Buka-Buku adalah berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi. Tujuannya adalah untuk membuat setiap pegawai berfikir dan bertindak seperti seorang pemilik bisnis.

MANAJEMEN KUALITAS TOTAL

Manajemen kualitas total adalah komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas denagn cara melakukan perbaikan terus menerus.

Teknik-teknik TQM :

· Siklus Kualitas

· Tolok Ukur

· Prinsip Six Sigma

· Pengukuran siklus waktu

· Perbaikan Terus-menerus

Faktor-faktor TQM

Faktor positif :

· Tugas-tugas yang ada menuntut pegawai yang berketerampilan tinggi

· TQM berguna untuk memperkaya pekerjaan dan memotivasi pegawai

· Keterampilan memecahkan masalah ditingkatkan untuk semua pegawai

· Partisipasi dan kerja tim digunakan untuk menghadang permasalahan yang signifikan

· Perbaikan terus-menerus adalah cara hidup

Faktor negatif :

· Ekspektasi manajemen biasanya tinggi

· Manajer tingkat menengah merasa tidak puas jika kehilangan wewenang

· Para pekerja tidak puas dengan beberapa aspek kehidupan organisasi

· Pemimpin serikat pekerja tidak disertakan dalam diskusi kendali mutu

· Manajer manunggu inovasi yang besar dan dramatis

TREN DALAM KENDALI MUTU DAN KEUANGAN

Banyak perusahaan menjawab realitas ekonomi yang berubah-ubah serta kompetisi global dengan menilai kembali manajemen dan proses-proses di organisasinya sendiri, diantaranya mekanisme kontrol.

Standar Kualitas Internasional

Daya dorong untuk melakukan manajemen kualitas di Amerika Serikat adalah signifikasi yang meningkat dari ekonomi global.

Sistem Kontrol Keuangan Baru

1. Pertambahan Nilai Ekonomis adalah sistem kontrol yang mengukur kinerja yangberkenaan dengan keuntungan setelah pajak dikurangi biaya modal yang diinvestasikan pada saat nyata.

2. Pertambahan Nilai Pasar adalah sistem kontrol yang mengukur perkiraan pasar saham terhadap nilai perusahaan terdahulu dan proyek investasi modal yang diharapkan.

3. Pembiayaan Berbasis Aktivitas adalah sistem kontrol yang mengidentifikasi beragam aktifitas yang dibutuhkan untuk menyediakan produk dan mengalokasikan biaya sesuai aktivitas tersebut.

4. Tata Kelola Perusahaan adalah sistem tata kelola organisasi sehingga kepentingan pemilik perusahaan dapat dilindungi.

Artikel Bab 13 : Mengelola Kinerja dan Mutu

Sunday, December 11, 2011  |  Author by : alfianfadli

Untuk mengontrol suatu organisasi secara efektif, mengharuskan adanya informasi tentang standar kinerja dan kinerja yang sebenarnya, memikirkan tindakan apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki segala bentuk penyimpangan yang terjadi, para manajer juga harus menentukan informasi seperti apa yang penting, bagaimana cara mereka mendapatkan informasi tersebut, serta bagaimana mereka bisa dan harus merespon informasi tersebut. Sebagian besar organisasi berfokus pada pengukuran dan pengawasan kinerja keuangan, seperti penjualan, pendapatan, dan keuntungan.
Kartu Skor Berimbang
Merupakan sistem kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkan ukuran keuangan tradisional dengan ukuran layanan pelanggan, proses bisnis internal, dan kemampuan organisasi untuk belajar dan tumbuh.

Semua sistem kontrol yang dirancang dengan baik akan melibatkan penggunaan umpan balik untuk menentukan apakah kinerja memenuhi standar yang telah dibuat. Manajer merancang sistem kontrol yang terdiri atas empat langkah utama, yaitu membangun standar, mengukur kinerja, membandingkan kinerja dengan standar, dan membuat koreksi yang dibutuhkan.

Kontrol anggaran merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan dalam kontrol manajemen, yaitu proses penentuan target untuk pengeluaran organisasi, mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahan jika perlu. Sebagai alat pengontrol, anggaran adalah laporan yang berisi pengeluaran terkini dan terencana, serta biasanya berisi perbedaan antara jumlah unit yang dianggarkan dengan jumlah unit yang ada. Anggaran yang biasanya digunakan manajer adalah anggaran biaya, anggaran pendapatan, anggaran kas, dan anggaran modal. Adanya kontrol keuangan juga diperlukan oleh suatu perusahaan sebagai informasi apakah keuangan perusahaan dalam posisi baik, serta menjadi indikator berguna yang menunjukkan permasalahan kinerja lainnya.
Laporan Keuangan
Berfungsi sebagai pemberi informasi dasar yang digunakan untuk melakukan kontrol keuangan dari sebuah organisasi. Neraca keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang berhubungan dengan aset dan kewajiban pada waktu tertentu, serta laporan laba-rugi yang meringkaas kinerja keuangan perusahaan untuk interval tertentu, merupakan titik awal dalam melakukan kontrol keuangan.

Analisis keuangan yang dilakukan bisanya berfokus pada rasio statistik yang menunjukkan hubungan antara indikator-indikator kinerja, rasio tersebut ialah :
o Rasio Likuidasi : Menunjukkan kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban utang lancarnya.
o Rasio Aktivitas : Mengukur kinerja internal yang berkaitan dengan aktivitas inti yang ditentujkan oleh manajemen.
o Rasio Keuntungan : Menyatakan keuntungan yang bergantung pada sumber keuntungan.
o Rasio Leverage : Aktivitas pendanaan dengan uang pinjaman.
Selain itu terdapat juga kontrol hierarki yang merupakan penggunaan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lain untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja. Sedangkan, kontrol didesentralisasi merupakan penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan fokus terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur, untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam kontrol didesentralisasi terdapat manajemen buka buku yang memberi berbagai informasi keuangan dan hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi, serta manajemen kualitas total (TQM) yang merupakan komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas dengan cara melakukan perbaikan terus-menerus.
Tenik-teknik TQM :
1. Siklus kualitas
2. Tolok ukur
3. Six sigma
4. Pengurangan siklus waktu
5. Perbaikan terus-menerus
Beberapa trend besar dalam kendali mutu dan keuangan adalah standar kualitas nasional, sistem pertambahan nilai ekonomis dan sistem pertambahan nilai pasar, serta pembiayaan berbasis aktivitas dan tata kelola perusahaan yang meningkat.

Sumber : http://principleofmanagement.blog.perbanas.ac.id/2011/06/07/ringkasan-bab-13-mengelola-kinerja-dan-mutu/

Pertanyaan Bab 9 : Merancang Organisasi yang Adaptif

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

1. Apa yang dimaksud dengan struktur organisasi?

Jawab : Struktur organisasi adalah kerangka kerja dimana sebuah organisasi menentukan bagaimana membagi tugas,menggunakan sumber daya dan mengoordinasikan departemen-departemen

2. Apa yang dimaksud dengan peta organisasi?

Jawab: Peta organisasi adalah representasi visual dari struktur organisasi

3. Apa yang dimaksud dengan spesialisasi kerja?

Jawab : Spesialisasi kerja adalah kadar yang digunakan untuk membagi-bagi

4. Sebutkan 3 karakteristik yang membedkan wewenang !

Jawab : Wewenang diemban dalam kaitannya dengan jabatan bukan orang, wewenang berlaku untuk bawahan ,wewenang berjalan dari atas ke bawah dalam hierarki vertical

5. Apa yang dimaksud dengan Struktur Tinggi dan Struktur Rendah ?

Jawab : Struktur tinggi adalah suatu struktur manajemen yang dicirikan oleh lingkup manajemen yang sempit dan cukup banyaknya level hierarki

6. Faktor-Faktor apakah yang biasanya mempengaruhi Sentralisasi Versus Desentralisasi ?

Jawab : Perubahan dan ketidakpastian lingkungan yang lebih besar biasanya dikaitkan dengan desentralisasi, Jumlah Sentralisasi / Desentralisasi harus sesuai dengan strategi perusahaan , Pada masa kritis / saat di ujung tanduk , wewenang dapat dipegang dengan Sentralisasi pada jabatan atas

7. Apa yang dimaksud dengan Departementalisasi ?

Jawab : Departementalisasi adalah landasan dimana individu-individu dikelompokkan ke dalam departemen-departemen dan departemen-departemen ke dalam organisasi secara keseluruhan

8. Lima pendekatan pada desain struktural mencerminkan penggunaan rantai perintah yang berbeda-beda untuk menentukan pengelompokan dalam departementalisasi. Sebutkan kelima pendekatan tersebut ?

Jawab : fungsi vertikal,divisional,matriks,berdasarkan kerja tim jaringan virtual

9. Apa tujuan dari strategi perusahaan ?

Jawab : Melakukan pembagian berdasarkan barang dan jasa , struktur organik yang fleksibel , yang menggunakan tim , desentralisasi dan pegawai-pegawai berdaya guna

10. Apa yang dimaksud dengan Struktur Jaringan Virtual ?

Jawab : struktur jaringan virtual adalah struktur organisasi yang memisahkan fungsi-fungsi besar ke dalam perusahaan -perusahaan

Artikel Bab 9 : Merancang Organisasi yang Adaptif

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

Paradigma yang hanya memandang organisasi sebatas bagan organisasi, dengan dukungan teori dan konsep yang abstrak, tidak praktis, terkesan birokratis, sering kontradiktif atau samar-samar seperti hubungan garis putus-putus, hubungan di “leher”, dipatahkan melalui pelatihan ini.

Dari pengalaman, seringkali muncul pertentangan antarunit kerja dan pengkotak-kotakan didalam organisasi, sedangkan koordinasi antar fungsional bisnis, seperti fungsi marketing dan produksi tidak berjalan mulus. Upaya kita sering terlambat atau tidak tepat dalam menanggapi & memenangkan persaingan bisnis. Penyebabnya mungkin karena:

  • beban tugas semakin berat atau pengambilan keputusan sering terlambat atau;
  • tuntutan perubahan lingkungan tidak dialirkan informasinya dan diikuti dengan tindakan segera dan sesuai, pada seluruh bagian organisasi yang relevan perannya.

Padahal, jika kita berpikir sistemik, dapat dipastikan bahwa terdapat sistem hubungan (interface element) dalam menerapkan struktur organisasi, yang berfungsi mengalirkan informasi atau berkomunikasi antarunit didalamnya, baik secara horizontal, diagonal maupun vertikal. Sistem/pola hubungan tersebut merupakan salah satu komponen dasar dalam struktur organisasi yang bersifat dinamis dan kehadirannya senantiasa amat diperlukan dalam menjalankan organisasi. Terabaikannya sistem/pola hubungan tersebut, biasanya karena tidak dapat dilihat didalam bagan organisasi yang sudah dirancang, atau mungkin sudah puas dan tidak berpikir lagi setelah bagannya terbentuk.

Pokok bahasan

  • Perlunya Penelaahan Organisasional
  • Teori & Sistem Organisasi
  • Kemunduran Organisasi
  • Hirarki Sistem Organisasional & Struktur Organisasi
  • Penggerak Kecocokan Rancangan Organisasi
  • Prinsip Rancangan Organisasi
  • Framework Rancangan Organisasi
  • Model Organisasi
  • Fondasi Design Organisasi yang efektif

Tujuan

Diperolehnya skema atau pilihan rancangan organisasi yang sesuai dan  efektif dalam upaya peningkatan kinerja dan keunggulan daya saingnya.

Manfaat

  • Mendapatkan fokus sistem peran organisasional yang menggambarkan suatu kombinasi mendasar, yang berbeda tujuan, tanggung jawab, sistem/pola hubungan, dan akuntabilitasnya pada setiap unit organisasi;
  • Mendapatkan pilihan rancangan struktural organisasi berdasarkan pergerakan dari tinggi rendahnya efisiensi dan koordinasi dalam implementasinya.

sumber :

http://www.informasi-training.com/merancang-organisasi-yang-efektif

Resume Bab 9 : Merancang Organisasi yang Adaptif

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

Pengelolaan adalah penyebaran berbagai sumber daya yang dimiliki sebuah organisasi untuk meraih tujuan – tujuan strategis.

1. Pengelolaan Struktur Vertikal

Proses pengelolaan nantinya akan menciptakan struktur organisasi, yang akan menentukan bagaimana tugas – tugas yang akan di bagi dan sumber daya yang akan di sebarkan. Struktur organisasi dapat diartikan sebagai :

1) Seperangkat tugas – tugas formal yang di berikan pada individu dan departemen

2) Hubungan pelaporan formal, yang terdiri atas garis wewenang, tanggung jawab dalam mengambil keputusan, banyaknya tingkatan hierarkis, dan cakupan pengendalian manajer, serta

3) Rancangan sistem untuk menjamin terciptanya koordinasi pegawai yang efektif antar departemen

Pengertian Peta Organisasi (organization chart) adalah representasi visual dari struktur organisasi.

2. RANTAI PERINTAH

· Rantai Perintah (chain of command) adalah garis wewenang yang tidak terputus dimana menghubungkan semua orang dalam sebuah organisasi dan menunjukkan posisi orang - orang tersebut.

· Wewenang ( authory) adalah hak formal dan sah yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan, memberkan perintah , dan mengalokasikan sumber daya guna memperoleh hasil yang dikehendaki organisasi.Wewenang dibedakan menjadi 3 karakteristik:

· Wewenang diemban dalam kaitannya dengan jabatan , bukan orang

· Wewenang berlaku untuk bawahan

· Wewenang berjalan dari atas ke bawah dalam hierarki vertikal.

· Tanggung jawab(responsibility) adalah kewajiban untuk menjalankan tugas atau aktivitas yang diembankan.

· Akuntabilitas (accountability)adalah orang- orang yang berwenang dan bertanggung jawab adalah orang – orang yang memberikan pelaporan dan pembenaran akan hasil dari suatu tugas kepada pihak yang posisinya dalam rantai perintah lebih tinggi daripada mereka.

· Delegasi: proses yang digunakan manajer untuk mengalihkan wewenang dan tanggung jawab pada jabatan – jabatan yang lebih rendah dalam hierarki.

· Kewenangan Lini: orang- orang yang memegang jabatan dalam manajemen memiliki wewenang reami untuk mengarahkan dan mengontrol bawahan secara langsung.

· Kewenangan Staf : sifatnya lebih sempit dan terdiri atas hak untuk memberi nasehat, rekomendasi, dan koseling dalam era kemampuan para staf ahli.

· Ruang Lingkup Manajemen : jumlah pegawai yang memberikanlaporan pada supervisor.

faktor – faktor yang berhubungan dengan kecilnya keterlibatan supervisor dan besarnya lingkup pengendalian :

1) Pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang sifatnya stabil dan ruti

2) Pekerjaan – pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang serupa antara satu dan lainnya.

3) Bawahan, jika lebih dari satu orang, ditempatkan di satu tempat yang sama.

4) Bawahan adalah orang yang sangat terlatih dan harus sedikit diarahkan dalam melaksanakan tugas.

5) Peraturan dan prosedur yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas haruslah tersedia.

6) Sistem dan personel pendukung harusah tersedia bagi manajer.

7) Waktu untuk melakukan supervise terhadap kegiatan yang tidak perlu di supervise, seperti melakukan koordinasi dengan departemen lain atau melakukan perancanaan, cukuplah dialokasikan sedikit saja

3. SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI

· Sentralisasi (centralization) adlah wewenang dalam mengambil keputusan dipegang oleh jabatan – jabatan tinggi dalam organisasi.

· Desentralisasi (decentralization) adalah wewenang dalam mengambil keputusan diturunkan pada tingkatan – tingkatan jabatan yang lebih rendah.

Faktor faktor yang mempengaruhi sentralisasi versus desentralisasi adalah sebagai berikut:

Ø Perubahan dan ketidakpastian lingkungan yang lebih besar biasanya dilkaitkan dengan desentralisasi.

Ø Jumlah sentralisasi atau desentralisasi harus sesuai dengan srategi perusahaan.

Ø Pada masa krisis atau saat diujung tanduk wewenang dapat dipegang dengan sentralisasi pada jabatan atas.

4. DEPARTEMENTALISASI

· Departementalisasi(departementalization) adalah menjadi landasan untuk mengelompokkan jabatan – jabatan tertentu kedalam departemen – departemen dan departemen- departemen kedalam organisasi secara keseluruhan.

· Pendekatan Fungsional Vertikal ialah pengelompoan jabatan – jabatan kedalam departemen berdasarkan keterampilan , keahlian , aktivitas kerja , penggunaan sumber daya yang sama.

· Pendekatan Divisional ialah departen departemen yang berbeda dikelompokkan untuk menghasilkan satu keluaran dari organisasi, berupa barang, program, atau jasa pada suatu pelanggan.

· Pendekatan Matrik ialah menggabungkan aspek- aspek yang ada pada struktur fungsional dan struktur divisional secara serentak dalam bagian yang sama pada organisasi.

· Pendekatan Tim

· Pendekatan Jaringan Virtual Ialah perusahaan melakukan subkontrak untuk sebagian besar fungsi – fungsi besarnya pada perusahaan yang berbeda.

5. PENGORGANISASIAN UNTUK KOORDINASI HORIZONTAL

· Koordinasi : mengacu pada kualitas kolaborasi di antara departemen.

· Gugus Tugas: tim atau komite sementara yang di buat untuk menyelesaikan permasalahan jangka pendek yang terdiri atas beberapa departemen.

· Manajer Proyek: orang yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan aktivitas – aktivitas beberapa departemen untuk menyelesaikan proyek tertentu.

· Rekayasa Ulang: yang terkadang disebut rekayasa ulang proses bisnis, perancangan ulang proses bisnis yang dilakukan secara radikal untuk mendapatkan peningkatan harga, kualitas, layanan, dan kecepatan.


Artikel Bab 9:Merancang Organisasi Yang Adaptif

Menurut Charles Darwin, organisasi yang mampu bertahan dan berumur panjang bukanlah yang terkuat melainkan yang paling adaptif, yaitu yang selalu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan. What Is “Adaptive”? Adaptif adalah fokus dalam menjadikan proses bisnis lebih flexible dan capable, sehingga organisasi dapat melakukan perubahan yang cepat. Tingkat adaptabilitas menurut Dr.Denison juga disebut sebagai salah satu syarat kultur yang membuat sebuah organisasi mampu berubah dan bersaing sekaligus memenangkan persaingan tersebut.

Situasi sekarang ditandai dengan ketidaktentuan. Ekonomi dunia menjadi lebih unpredictable dan chaotic. Dan organisasi bagaikan organisme yang tetap harus berkembang kalau ingin terus survive. Setiap perubahan dalam keteraturan membawa sebuah proses ke persimpangan jalan yang mengerikan, Adapt or die! Begitu ungkapan ekstrimnya. Sebagai contoh kesuksesan beradaptasi dalam persaingan adalah HM Sampoerna. Hermawan Kartajaya didalam ulasannya di buku 4-G Marketing: A 90-Year Journey of Creating Everlasting Brands, menjelaskan bahwa ada tiga core winning characteristics Sampoerna yang menjadikannya sebagai perusahaan raksasa di Indonesia. Ketiga aspek tersebut adalah adaptability, culture, dan innovation.

Sebuah organisasi yang adaptif salah satunya adalah yang mampu untuk: Fokus pada pengembangan perubahan ekonomi bisnis dengan tujuan mempertinggi performance organisasi; seperti profitability, growth, liquidity dll. Memanfaatkan IT untuk mengotomasi bentuk baru dari berbagai collaboration, innovation, resource sharing, dan sourcing. Terus optimis mengembangkan rangkaian modul resources (seperti people, products, services, technologies, dan processes) dan Melakukan semua tugas kedalam sebuah mode waktu didalam sebuah market kompetitif yang terus berubah.

Mencapai Organisasi yang Adaptive.

Untuk menjadi sebuah organisasi yang adaptive, diperlukan bebarapa langkah maturity sebagai berikut:

• Reactive state:

Perusahaan melakukan aksi berdasarkan sebuah rangsangan (take action based on stimulus). Ada keinginan untuk merencanakan, namun eksekusinya belum terorganisir karena miskinnya perencanaan dan koordinasi internal.

• Managed state:

Perusahaan masih berkonsep reactive, namun sudah mempunyai sebuah set proses dan prosedur yang digunakan untuk bereaksi. Panning yang ada berfokus pada bagaimana bertindak lebih baik dan mengoptimalkan proses tersebut.

• Proactive state:

Fasa dimana perusahan-perusahaan mulai mengantisipasi kebutuhan, melakukan usaha yang luas dan kompeks dalam merencana, dan hanya bertindak reactive sekali-kali, namun sudah cenderung melakukan proses otomasi. Perusahaan-perusahan seperti ini jarang kehilangan kendali/pertahanan. Mereka mampu menyebutkan rencana jangka panjang, mempunyai proses dokumentasi yang baik dan koordinasi organisasi yang ekstensif.

• Adaptive state:

Organisasi yang tidak sekedar proaktif, namun juga dapat otomatis membuat perubahan dengan usaha manual lewat sebuah proses maupun dengan menggunakan otomasi teknologi via metric analysis. Mereka mampu bertindak antisipatif dalam menghadapi masalah sekaligus mencegah masalah terjadi. Step-step sebuah organisasi menuju adaptive organization dapat terlihat seperti diagram dibawah ini.

Membentuk Organisasi yang Adaptif

Menurut William Fulmer pengarang buku Shaping the Adaptive Organization, dalam dunia bisnis sudah banyak seorang pemimpin yang sukses melihat perbedaan dan mampu memanfaatkanya sebagai kunci untuk mengalahkan para pesaing. Sebagai contoh disaat banyak pihak menilai kemunculan internet sebagai ancaman bagi bisnis mereka, yang lain menilainya sebagai peluang besar. Dan ketika kebanyakan bioskop/studio film ditandingi televisi, Walt Disney mampu bertahan dan memanfaatkannya.

Untuk membangun sebuah organisasi yang adaptif, yang dapat terus survive dan berkembang meski berada dilingkungan yang terus berubah perlu konsep dan strategi sebagai berikut:

1. Landscape

Adaptive erat hubungannya dengan kemampuan untuk cepat berubah dan terus berupaya antisipatif. Untuk mengetahui kapan seharusnya organisasi berubah, seorang eksekutif atau pemimpin bisnis harus meakukan survey pada jangkauan, bentangan ada pandangan bisnis mereka. Bagaimana mereka melihat lingkungan bisnis mereka? Apakah hierarchical atau flat? Bagaimana hubungannya dengan organisai lain yang sejenis? Langkah selanjutnya seperti membuat Internal Factor Analysis Summaries (IFAS) yang berupa strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan), serta External Factor Analysis Summaries (EFAS) yaitu opportunity (peluang) dan threath (ancaman) dari organisasi yang mereka pimpin.

Seorang pemimpin harus lebih dahulu memahami organisasi tersebut sebelum memulai mengubahnya. Memahami landscape organisai dan peran perubahan terhadap perusahaan adalah poin utama untuk memikirkan kembali critical strategies perusahaan. Langkah-langkah selengkapnya dalam upaya landscape yaitu:

Melihat jauh ke masa depan

Kebanyakan dari organisasi tidak mampu melihat horizon lingkungan bisnis mereka, dan malah terpaku fokus pada sebagian masalah yang dihadapi sekarang tanpa mempersiapkan usaha-usaha antisipatif.

Memahami landscape bisnis

Melihat dunia yang semakin susah diprediksi, pemimpin bisnis seharusnya tidak hanya sekedar personal yang memahami lingkungan kompetitif pada organisasinya dimana organisasi tersebut beroperasi, namun juga mampu membantu orang lain didalam organisasi tersebut untuk ikut memahaminya dengan baik.

Memahami prinsip ketidaktentuan dunia bisnis

Sebuah pemahaman pada sistem adaptif yang komplek akan memberikan pemimpin bisnis mengetahui apa yang hilang pada kebanyakan management praktis sekarang. Yaitu sebuah prespektif luas pada dunia bisnis.

Memahami rencana strategis pada organisasi yang adaptif

Perusahaan yang sukses dalam sebuah ketidakrataan landscape tidak hanya mencoba untuk menyederhanakan proses kerja dan terus beradaptasi untuk menyesuaikan landscape namun juga secara konstan mengembangkan sistem.

2. Learning.

Perusahaan yang sukses menciptakan sebuah kultur adaptif adalah yang tidak hanya sekedar mendorong setiap individunya untuk terus belajar namun juga men-share-nya. Dengan upaya pembelajaran terus menerus ini, perusahaan akan mampu merespon lebih cepat pada perubahan kondisi market. Upaya learning erat hubungannya dengan knowedge management yang sangat dibutuhkan sebuah organisai yang ingin terus berkembang dan survive. Karena pembelajaran ini akan meningkatkan kreatifitas dan produktifitas anggota yang otomatis berpengaruh pada reliability organisasi.

3. Leadership

Me-manage sebuah organisai yang adaptif memerlukan visi dan skill non tradisioanal. Dan disini dibutuhkan jiwa kepemimpinan tidak hanya sebagai penunjuk arah namun pembimbing menuju keberhasilan dalam melawan kompleksitas dan menciptakan sebuah organisai yang ulet ( Resilient Organization). Pemimpin organisasi harus berpikir tidak hanya dengan siapa mereka menciptakan hubungan (relationships) tapi juga tentang tipe hubungan apa yang mereka inginkan beserta resiko yang terkait dengan berbagai relationship. Juga perlu diciptakan sebuah adaptive leadership dalam lingkungan yang kompleks, sehingga pemimpin akan berperan lebih dari sebagai ‘pahlawan’ yang menjadi figur tersendiri yang mencoba mengontrol dan mengkemudikan organisasi, namun juga sebagai katalisator dan fasilitator.

Dalam buku Shaping the Adaptive Organization, Gary Beinger, seorang eksekutif eBay mengatakan bahwa organisasi yang adaptif akan mampu bergerak 10 kali lebih cepat dari organisai normal. Organisasi yang adaptif juga cenderung mempunyai powerful dan mampu mengatasi permasalahan sendiri dengan cepat.

Manfaat Menjadi Adaptive

Manfaat yang diterima sebuah organisasi yang mampu adaptif adalah sebagai berikut:

• Efficiency/utilization

Mengatur penggunaan sumber critical organisasi ; seperti financial dan sumber daya manusia, untuk menghasilkan benefit yang paling optimal bagi perusahaan.

• Flexibility

Kemampuan yang mengijinkan sebuah organisasi untuk selalu siap bertindak ketika sebuah kesempatan telah teridentifikasi, baik sebuah kesempatan bisnis, keperluan kompetisi baru, ataupun kesempatan untuk menggunkan teknologi untuk mendukung business services. Sebuah adaptive organization akan menciptakan proses dan struktur yang dapat dirubah dengan sedikit pengaruh, usaha dan minimum perselisihan.

• Timeliness

Memungkinkan sebuah organisasi tersebut untuk tidak sekedar mampu bereaksi/bertindak namun mampu bertindak cepat dan tepat. Kecepatan dalam menangkap opportunity tersebut mencakup pengaruh langsung pada kemampuan untuk memanfaatkannya lebih lanjut. Sebagai contoh parameter keberhasilannya adalah seberapa cepat sebuah line bisnis mampu melaunching sebuah produk baru.

• Value/cost

Meningkatkan value yang diberikan ke organisasi lewat posisi yang memberikan keuntungan terbaik dari pertumbuhan opportunity. Juga pemahaman dan kontrol over cost dan kemampuan untuk bertindak cepat pada kesempatan baru demi memaksimalkan keuntungan perusahaan yang dapat dicapai.

Pertanyaan Bab 16 : Kepemimpinan

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

1. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan tingkat 5 ?

Jawaban : Kepemimpinan tingkat 5 merupakan tingkat tertinggi dalam hierarki kemampuan manajer. Ciri penting pemimpin tingkat 5 adalah hampir hilangnya ego, dibarengi dengan tekad kuat untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi.


2. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan Interaktif ?

Jawaban : epemimpinan interaktif (interactive leadership) berarti bahwa pemimpin lebih menyukai proses konsensual dan kolaboratif, serta pengaruh muncul lewat hubungan, bukan kekuasaan posisi dan kewenangan formal.


3. Apa perbedaan antara manajemen dan kepemimpinan?

Jawaban : Perbedaan utama antara manajemen dan kepemimpinan adalah manajemen mengutamakan stabilitas, ketertiban, dan pemecahan masalah di struktur dan sistem organisasi yang ada. Kepemimpinan tidak dapat menggantikan manajemen, melainkan harus melengkapinya.


4. Sebutkan karakteristik kepemimpinan !

Jawaban : ciri pribadi pemimpin yang menonjol, seperti kecerdasan, kejujuran, kepercayaan diri, dan bahkan penampilan yang baik.


5. Apa yang dimaksud dengan kisi-kisi penampilan ?

Jawaban : teori kepemimpinan dua dimensi yang mengukur perhatian pemimpin terhadap manusia dan produksi


6. Apa yang dimaksud dengan pendekatan kontingensi ?

Jawaban : Model kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi spesifik di organisasi.


7. Apa yang dimaksud dengan Pemimpin Transformasional?

Jawaban : pemimpin yang dibedakan oleh kemampuan istimewa mereka untuk memunculkan inovasi dan perubahan.


8. Apa yang dimaksud dengan Pemimpin Transaksional?

Jawaban : pemimpin yang memperjelas peran dan persyaratan tugas bawahan, memelopori struktur, memberikan imbalan yang sesuai, dan memahami bawahan.


9. Apa yang dimaksud dengan pemimpin abadi?

Jawaban : pemimpin yang bekerja untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan bawahan mereka, dan mewujudkan tujuan atau misi lebih besar dari organisasi mereka.


10. Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan moral?

Jawaban : Kepemimpinan moral adalah membedakan yang benar dari yang salah dan memilih melakukan hal yang benar dalam melaksanakan kepemimpinan.

Resume Bab 16 : Kepemimpinan

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

Dari semua pemikiran dan tulisan mengenai kepemimpinan, ada tiga aspek yang menonjol: manusia, pengaruh, dan tujuan. Kepemimpinan dijalankan oleh manusia, melibatkan penggunaan pengaruh, dan digunakan untuk mencapai tujuan. Pengaruh berarti bahwa hubungan antara manusia tidak terjadi secara pasif. Oleh karena itu, kepemimpinan (leadership) disini didefinisikan sebagai kemampuan untuk memengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasi.

 KEPEMIMPINAN MASA KINI

Konsep kepemimpinan berubah seiring berubahnya organisasi. Artinya, konteks lingkungan tempat kepemimpinan dijalankan memengaruhi pendekatan apa yang paling efektif, di samping pemimpin seperti apa yang paling dikagumi masyarakat. Pengaruhi penting terhadap gaya kepemimpinan selama beberapa tahun terakhir adalah yang penuh pergolakan dan ketidakpastian.

Hal menarik tentang kepemimpinan masa kini adalah “pendekatan postheroic”yang mengutamakan tindakan-tindakan subtil, tidak kasat mata, dan sering tanpa pamrih dilakukan setiap hari oleh para pemimpin, bukan prestasi hebat para pahlawan bisnis kenamaan. Kerendahan Hati (humility) berarti bersikap rendah hati dan tidak berpura-pura.

· Kepemimpinan Tingkat 5: Kepemimpinan tingkat 5 merupakan tingkat tertinggi dalam hierarki kemampuan manajer. Ciri penting pemimpin tingkat 5 adalah hampir hilangnya ego, dibarengi dengan tekad kuat untuk melakukan yang terbaik bagi organisasi.

· Kepemimpinan Interaktif: Kepemimpinan interaktif (interactive leadership) berarti bahwa pemimpin lebih menyukai proses konsensual dan kolaboratif, serta pengaruh muncul lewat hubungan, bukan kekuasaan posisi dan kewenangan formal.

 DARI MANAJEMEN KEPEMIMPINAN

Perbedaan utama antara manajemen dan kepemimpinan adalah manajemen mengutamakan stabilitas, ketertiban, dan pemecahan masalah di struktur dan sistem organisasi yang ada. Kepemimpinan tidak dapat menggantikan manajemen, melainkan harus melengkapinya. Manajemen yang baik diperlukan untuk membantu organisasi memenuhi komitmen yang ada, sementara kepemimpinan yang baik diperlukan untuk membawa organisasi ke masa depan.

 KARAKTER KEPEMIMPINAN

Berbagai upaya awal untuk memahami kesuksesan kepemimpinan berfokus kepada pemimpin. Karakter (traits) adalah ciri pribadi pemimpin yang menonjol, seperti kecerdasan, kejujuran, kepercayaan diri, dan bahkan penampilan.

 PENDEKATAN PERILAKU

Dua perilaku kepemimpinan utama yang dianggap penting bagi kepemimpinan adalah perilaku berorientasi tugas dan perilaku berorientasi manusia. Kedua metakategori ini, atau kategori perilaku secara luas , terbukti berhubungan dengan kepemimpinan efektif di berbagai situasi dan waktu. Meski keduanya tidak hanya penting bagi perilaku kepemimpinan , perhatian akan tugas dan manusia sedikit banyak harus diperlihatkan. Oleh karena itu, banyak upaya untuk memahami kepemimpinan menggunakan kedua metakategori ini sebagai dasar penelitian dan perbandingan.

· Penelitian Ohio State

Para peneliti di the Ohio State University menyurvei para pemimpin untuk meneliti ratusan dimensi perilaku pemimpin. Mereka mengidentifikasikan dua perilaku utama : pertimbangan dan struktur permulaan.

1. Pertimbangan (consideration) masuk ke kategori perilaku berorientasi manusia dan berarti sejauh mana sang pemimpin memikirkan bawahan, menghargai, pikiran dan perasaan mereka, dan membangun rasa saling percaya.jadi, pertimbang adalah jenis perilaku yang menggambarkan sejauh mana pemimpin memirkan bawahan, mengharagai pikiran,dan perasaan meraka,serta membangun rasa saling percaya

2. Struktur permulaan (initiating structure) adalah kadar perilaku tugas, yaitu sejauh mana sang pemimpin berorientasi tugas dan mengarahkan pekerjaan bawahannya untuk mencapai tujuan.

Kepemimpinan adalah kemempuan untuk mempengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasi.

Hierarki kemampuan manajer :

1. Individu berkemampuan tinggi

2. Anggota tim aktif

3. Manajer andal

4. Pemimpin efektif

5. Eksekutif tingkat 5

Kepemimpinan interaktif adalah gaya kepemimpinan yang bercirikan nilai-nilai bersiakp rendah hati, merangkul semua orang, membina hubungan, dan peduli.

Kualitas Pemimpin dan Manajer

Kualitas pemimpin :

- Visioner

- Bergairah

- Kreatif

- Fleksibel

- Menginspirasi

- Inovatif

- Berani

- Imajinatif

- Eksperimental

- Memulai perubahan

- Kekuatan pribadi

Kualitas manajer :

- Rasional

- Siap berbagi saran

- Gigih

- Pemecah masalah

- Teguh

- Analitis

- Terstruktur

- Waspada

- Berwibawa

- Menstabilkan

- Kekuatan posisis

Karakter pemimpin adalah ciri pribadi yang menonjol, seperti kecerdaasan, kejujuran kepercayaan diri, dan bahkan penampilan.

Pendekatan kontingensi adalah model kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi spesifik di organisasi.

Pemimpin karismatik adalah pemimpin yang mampu memotivasi bawahannya untuk melebihi kemampuan mereka.

Dampak pemimpin karismatik :

1. Menyatakan visi mulia yang dirasakan oleh semua pegawai

2. Menampilkan kemampuan memahami dan berempati terhadap pengikut

3. Memperdayakan dan mempercayai bawahan untuk mencapai hasil

Pemimpin transformasional adalah pemimpin yang di bedakan oleh kemampuan istimewa mereka untukm memunculkan inovasi dan perubahan.

Pemimpin transaksional adalah pemimpin yang memperjelas peran dan persyaratan tugas bawahan, memolopori struktur, memberikan imbalan yang sesuai,dan memahami bawahan.

Gaya Kepengikutan :

1. Pengikut terasiring adalah seseorang yang mandiri dan berfikir kritis namun pasif di organisasi

2. Konformis adalah pengikut yang berpartisipasi aktif di organisasi namun tidak menggunakan keahlian berfikir kritis

3. Orang bertahan pragmatis adalah pengikut yang memiliki semua gaya pengikut, tergantung mana yang paling cocok dengan situasi yang ada

4. Pengikut pasif adalah pangikut yang tidak menunjukkan berpikir kritis dan mandiri maupun partisipasi aktif

5. Pengikut efektik adalah pemikir kritis dan mandiri sekaligus aktif di organisasi

Kekuasaan adalah potensi untuk mempengaruhi orang lain. Pengaruh adalah dampakn tindakan seseorang terhadap sikap, nilai, keyakinan, atau perilaku orang lain.

Kekuasaan Posisi

Kekuasan sah adalah kekuasaan yang muncul dari posisi manajemen formal di organisasi dan kewenangan yang diberikan kepadanya.

Kekuasaan imbalan adalah kekuasaan yang berasal dari kewenangan unntuk memberikan imbalan kepada orang lain.

Kekuasaan hukuman adalah kewenangan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.

Kekuasaan pribadi

Kekuasaan ahli adalah kekuasan yang berasal dari pengetahuan atau keahlian khusus seseorang tentang tugas yang sedang dikerjakan ntersebut.

Kekuasaan rujukan adalah kekuasaan yang berasal dari karateristik pribadi seseorang yang membuat orang lain memihak, menghormati, dan mengagumi hingga menirunya.

Tujuh taktik pengaruh interpersonal bagi pemimpin :

1. Gunakan persuasi yang rasional

2. Buat orang lain menyukai anda

3. Andalkan aturan timbal balik

4. Bangun aliansi

5. Bersikap tegas –minta apa yang anda inginkan

6. Manfaatkan kewenangan yang lebih tinggi

7. Berikan imbalan atas perilaku yang anda inginkan

Pemimpin abdi adalah pemimpin yang bekerja untuk memenuhi tujuan dan kebutuhan bawahan mereka, dan mewujudkan tujuan atau misi lebih besar dari organisasi mereka.

Kepemimpinan moral terkait dengan membedakan yang benar dari yang salah dan memilih melakukan hal yang benar dalam melaksanakan kepemimpinan.


Artikel Bab 16 : Kepemimpinan

Monday, December 5, 2011  |  Author by : alfianfadli

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman, ahli pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.
Ciri-ciri Seorang Pemimpin
Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.
Ciri-ciri pemimpin berkarakter Sebagai berikut:
1. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Jujur dengan kekuatan diri dan kelemahan dan usaha untuk memperbaikinya.
2. Pemimipin harusnya berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya.
6. Memiliki rasa kehormatan diri dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat ” team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan :

1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.

sumber :

http://raipeza24.blogspot.com/2010/11/artikel-kepemimpinan.html

Pertanyaan Bab 7 : Perumusan dan Pelaksanaan Strategi

Tuesday, November 22, 2011  |  Author by : alfianfadli

1. Ada berapa macam Tingkat Strategi ?

Jawab : tiga Tingkat Strategi

2. Apa arti Globalisasi ?

Jawab : Globalisasi adalah standarrisasai desain dan strategi penglikanan produk di seluruh dunia

3. Apakah arti Kekuatan ?

Jawab : Kekuatan adalah karakteristik internal positif yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan kinerja strategisnya.

4. Sebutkan tingkatan strategi di perusahaan ?

Jawab :

- Strategi Tingkat Perusahaan

- Strategi Tingkat Usaha

- Strategi Tingkat Fungsi

5. Ada Berapa Kekuatan Kompetitif Porter ?

Jawab : Ada lima

6. Apa saja lima kekuatan kompetitif porter ?

Jawab :

- Potensi pesaing baru

- Daya tawar pembeli

- Daya tawar pemasok

- Ancaman produk pengganti

- Persaingan antarkompetitor

7. Apa pengertian strategi ?

Jawab : Strategi adalah rancana tindakan yang menerangkan tentang alokasi sumber daya serta berbagai aktivitas untuk menghadapi lingkungan, memperoleh keungggulan bersaing, dan mencapai tujuan perusahaan.

8. Apa itu sinergi ?

Jawab : kondisi yang timbul ketika bagian-bagian perusahaan berinteraksi untuk menghasilkan dampak bersama yang yang lebih besar daripada jumlah semua bagian yang bertindak sendiri-sendiri.

9. Apa itu strategi tradisional ?

Jawab : Strategi yang menggabungkan koordinasi global untuk mencapai efisiensi dengan fleksibelitas untuk memenuhi kebutuhan tertentu banyak negara.

10. Apa itu analisis SWOT ?

Jawab : analisis terhadap terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menentukan kinerja perusahaan.